OJK Buru Influencer Penggoreng Saham, Total Ada 32 Kasus
24 FEBRUARI 2025
Jakarta – Kalau selama ini kamu sering ngerasa, “Kok saham ini tiba-tiba ARA (Auto Reject Atas) padahal nggak ada berita apa-apa?” atau “Kenapa influencer ini maksa banget nyuruh beli saham X?”, nah, OJK akhirnya turun tangan.Berikut adalah elaborasi kenapa 32 kasus ini penting banget buat kita pantau:
Kenapa mereka diperiksa? Ini “Red Flags” yang lagi dipantau OJK:
- Pom-Pom & Berita Hoax: Influencer atau pihak yang kasih info sesat atau bahkan menjurus ke penipuan demi keuntungan pribadi.
- Manipulasi Harga: Ada indikasi “bandarmology” yang jahat, alias bikin harga saham naik-turun nggak wajar atau semu (biar kelihatan ramai padahal settingan).
- Inside Job: Pihak-pihak yang punya akses info “orang dalam” buat mainin harga.
OJK nggak cuma modal dengerin gosip, mereka punya sistem canggih, yaitu Smart Surveillance System (Sistem ini bakal otomatis bunyi “alarm”-nya kalau ada pergerakan saham yang aneh bin ajaib), Tracking Transaksi (OJK bakal telusuri siapa yang jual dan beli sampai ketemu siapa dalangnya), Sanksi Pidana: Kalau terbukti ada tindak pidana (penipuan/pencurian), OJK nggak segan buat seret mereka ke Kejaksaan buat dipenjara.
Apa insight buat investor ritel nih??
1. Jangan Gampang FOMO: Kalau ada influencer teriak “To the moon!” tapi fundamentalnya zonk, mending skip. Bisa jadi itu bagian dari 32 kasus yang lagi diincar OJK.
2. Cek Legalitas: Pastikan dapet info dari pihak yang punya izin resmi, bukan cuma akun yang modal screenshot profit doang.
3. Sabar itu Cuan: Proses hukum OJK ini butuh waktu lama karena mereka harus kumpulin bukti kuat. Jadi, jangan harap kasusnya kelar dalam semalam.
Disclaimer:Artikel ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Lakukan riset mendalam sebelum bertransaksi.

