11 MARET 2026
JakartaΒ βSetelah sebulan bikin investor ketar-ketir karena harganya “diskon” terus, akhirnya saham BRMS (Bumi Resources Minerals) bangkit dari kubur! Kemarin (10/03), harganya langsung rebound kencang +13.25% ke level Rp 855. π
Bagaimana BRMS bisa comeback?
- Gold is the King! π Tensi geopolitik global (US vs Iran) makin panas, bikin harga emas dunia terbang. Karena jualan utama BRMS itu emas, mereka dapet “durian runtuh” alias margin laba yang makin tebel.
- Produksi Gak Main-Main: BRMS lagi fokus banget naikin kapasitas produksi di Tambang Poboya. Targetnya? Dari 500 ton bijih per hari jadi 2.000 ton di akhir 2026.
- The Next Big Project: Ada proyek tembaga di Gorontalo yang katanya potensinya mirip tambang raksasa Batu Hijau milik Amman Mineral ($AMMN). Huge potential!
Apa insight buat investor ritel nih??
Kenaikan BRMS ini nggak jalan sendirian. Beberapa saham ini biasanya ikutan “kesetrum” sentimen yang sama:
Emiten Emas Lainnya ($ANTM, $MDKA, $PSAB): Kalau harga emas dunia naik karena konflik global, biasanya satu geng emiten emas bakal ikut hijau.
Parent Company ($BUMI): Sebagai induk usaha, pergerakan positif di anak perusahaan tambang mineralnya seringkali ngasih sentimen psikologis ke saham BUMI.
Sektor Tembaga ($AMMN): Karena BRMS punya proyek tembaga besar, investor sering membandingkan valuasi dan prospeknya dengan pemain tembaga besar lainnya.
Rekomendasi Analis, buy or bye?
OCBC Sekuritas: Rekomendasi BUY (Target: Rp 1.300)
UBS Sekuritas: Rekomendasi Neutral (Target: Rp 1.200)
Kiwoom Sekuritas: Rekomendasi Trading Buy (Target: Rp 965)
Disclaimer:Artikel ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Lakukan riset mendalam sebelum bertransaksi.

