30 Juli 2026
Disusun Oleh Aulia F.
JAKARTA — PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO) mencatatkan pemulihan kinerja keuangan yang signifikan pada semester pertama tahun 2026. Emiten teknologi ini resmi mengantongi laba bersih senilai Rp 607,49 miliar, berbalik arah dari posisi rugi bersih Rp 580,01 miliar pada periode yang sama di tahun sebelumnya.
Kenaikan kinerja ini didorong oleh pertumbuhan pendapatan bersih grup sebesar 28,45% secara tahunan (YoY) menjadi Rp 10,99 triliun. Penopang utamanya meliputi pendapatan jasa pengiriman sebesar Rp 3,2 triliun, imbalan jasa Rp 3,15 triliun, serta lini e-commerce sebesar Rp 550,72 miliar.
Pergeseran Mesin Pertumbuhan ke Lini Fintech
Poin penting dalam laporan keuangan periode ini adalah performa bisnis jasa keuangan (fintech). Pendapatan dari bisnis pinjaman melonjak tajam 64,67% YoY menjadi Rp 2,7 triliun.
Direktur Utama GOTO, Hans Patuwo, mengungkapkan bahwa untuk pertama kalinya, profitabilitas segmen fintech berhasil melampaui bisnis layanan on-demand (ODS/ojek online dan pengiriman).
“Kami mencetak laba bersih selama dua kuartal berturut-turut, dengan EBITDA Grup yang disesuaikan meningkat lebih dari dua kali lipat melampaui angka Rp 1 triliun untuk pertama kalinya,” ujar Hans dalam keterangan resminya.
Atas pencapaian ini, manajemen GOTO menaikkan target EBITDA yang disesuaikan untuk segmen fintech menjadi Rp 1,7 triliun – Rp 1,8 triliun untuk sepanjang tahun 2026.
Tantangan Aturan Komisi Baru dan Implikasi Saham
Meski mencetak kinerja positif, GOTO harus bersiap menghadapi tantangan di separuh kedua tahun ini. Mula per 1 Juli 2026, pemberlakuan Keputusan Menteri Perhubungan Nomor 532 Tahun 2026 membatasi komisi aplikasi transportasi roda dua maksimal sebesar 8%.
Aturan ini diperkirakan memangkas kontribusi dari unit on-demand services yang menyumbang sekitar 7% dari pendapatan bersih grup. Oleh karena itu, GOTO merevisi turun target EBITDA untuk segmen ODS menjadi Rp 1,4 triliun – Rp 1,5 triliun. Kendati demikian, target EBITDA grup secara keseluruhan dipertahankan pada kisaran Rp 3,2 triliun hingga Rp 3,4 triliun.
Analisis & Impact Saham Terkait:
$ARTO (PT Bank Jago Tbk): Melesatnya bisnis pinjaman dan ekosistem fintech GOTO memberikan imbas positif bagi Bank Jago sebagai mitra utama penyaluran kredit (loan channeling).
$GOTO (PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk): Kinerja turnaround dan pertumbuhan pesat fintech memberikan sentimen positif jangka panjang (bullish catalyst). Namun, pergerakan harga saham jangka pendek berpotensi dibayangi oleh efek penyesuaian komisi ojol yang baru akan terlihat pada laporan keuangan Kuartal III-2026.
Disclaimer:Artikel ini bukan merupakan ajakan membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya berada di tangan Anda. Lakukan riset mendalam sebelum bertransaksi.

